P R S

Keluarga

MENGAPA RASA CINTA KELUARGA SANGAT DIPERLUKAN REMAJA?
Keluarga merupakan masyarakat terkecil di mana seorang remaja hidup. Dibandingkan dengan masyarakat lain, khususnya masyarakat sekolah dan kelompok bermain, maka dalam keadaan normal remaja tinggal paling lama dalam keluarga. Oleh karenanya keberhasilan remaja dalam belajar dan mempersiapkan masa depan sangat bergantung pada keterdekatan remaja tersebut dengan keluarganya.


Rasa cinta kepada keluarga (bagaimanapun keadaan keluarga kita masing-masing) menjadi perekat bagi tumbuhnya rasa tanggung jawab, kematangan dan kedewasaan seseorang. Rasa cinta antara anggota keluarga ditunjukkan dengan adanya rasa saling percaya, saling menghargai, saling bersikap jujur dan saling terbuka di antara anggota-anggota keluarga. Rasa cinta juga dicerminkan pada cara-cara berkomunikasi antar anggota keluarga.

FAKTOR-FAKTOR  APA YANG MENGHAMBAT KOMUNIKASI DALAM KELUARGA?
Masing-masing anggota keluarga memiliki pendidikan dan pengalaman sendiri-sendiri. Pendidikan dan pengalaman tersebut disampaikan dalam pendapat dan sikap dalam menghadapi suatu hal atau masalah. Perbedaan-perbedaan pendapat dan sikap tersebut sebenarnya wajar saja. Asalkan semua anggota keluarga saling menghargai pendapat dan sikap anggota keluarga yang lain. Masalah muncul bila orang tua cenderung menganggap bahwa mereka sudah lebih dulu dewasa dan kaya pengalaman, sedang anak-anak, juga dalam kurun remaja, belum cukup matang untuk berpendapat dan bersikap dalam sesuatu  hal.  Sebaliknya di kalangan remaja juga sering timbul pendapat bahwa merekalah yang lebih tahu masalah-masalah kehidupan kini, sedang orang tua mereka sudah kuno, ketinggalan jaman, dan pendapatnya tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang.

Komunikasi antara remaja perempuan dengan orang tua dan anggota keluarga lain, seringkali lebih sulit. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan pendapat tentang apa yang layak dikerjakan remaja perempuan.

Bila perbedaan tersebut menjadi tajam pada hal-hal yang penting, dari pihak remaja seyogyanya jangan bertindak keras dan kasar. Sikap terpuji ialah diam atau mengiyakan  (walau tidak setuju dengan pendapat atau sikap orang tuanya), sementara ia mencari waktu dan situasi yang tepat untuk secara perlahan-lahan memberitahukan (atau merayu) kepada orang tuanya tentang pendapat dan sikapnya yang berbeda. Bila masalahnya sangat serius, sedang rayuan tidak mempan, hadirnya orang ketiga mungkin membantu. Kakek, saudara tua yang lain, kadang bisa berperan sangat baik dalam menjembatani perbedaan yang ada. Dalam situasi seperti itu, tindakan remaja yang paling fatal ialah ‘meninggalkan keluarga’ baik terang-terangan maupun diam-diam, dan mengalihkan kepercayaan keepada orang lain.

Teman Sebaya
                                                                                                                                    
APAKAH  TEMAN  ITU ?

Teman sejati ialah orang yang hadir di hadapan kita dan siap menolong kita pada saat kita memerlukannya (‘a friend indeed is a friend in need’).  Orang yang  tanpa diminta siap menolong kita. Dalam bahasa sajak: “yang siap menyediakan bahu tempat kita menangis (‘shoulder to cry on’). Persis seperti yang terjadi dalam Permainan Bujur Sangkar Pecah, teman ialah yang memperhatikan kebutuhan orang lain, yang tahu persis kebutuhan pemain lain, dan dengan ikhlas memberikan miliknya kepada pemain lain agar pemain lain dapat menyelesaikan tugasnya.

APAKAH TEMAN SEBAYA ITU ?
Teman sebaya ialah teman yang amat akrab dengan kita, karena jenis kelamin yang sama, atau usia berdekatan, atau rumah berdekatan, atau bersekolah di sekolah yang sama, atau seminat, dan seterusnya. Sehingga antara teman sebaya hampir tidak ada rahasia lagi. Teman sebaya menjadi teman senasib sepenanggungan. Karena keterdekatannya, teman sebaya bisa saling mempengaruhi untuk sesuatu menuju kebaikan. Sebaliknya kesetiakawanan antara teman sebaya bisa pula saling menjerumuskan ke dalam hal-hal yang beresiko merugikan.
Dalam kerangka pengertian tersebut, maka dalam keluarga sebenarnya remaja memerlu- kan ‘teman sebaya’, baik antara remaja dengan kakak yang sudah dewasa, maupun remaja dengan kedua orang tua. Dari pihak remaja, yang terpenting ialah sikap menjadi “friend in need” dalam keluarga. Demikian pula seyogyanya kedua orang tua dan saudara-saudara yang lain siap untuk menjadi teman sebaya bagi remaja dalam keluarga.

BAGAIMANA REMAJA MENEMPATKAN DIRI SEBAGAI TEMAN SEBAYA BAGI REMAJA LAINNYA?
Tantangan bagi setiap remaja ialah:
•    Mencari dan mendapatkan teman sebaya yang bisa saling mengajak pada kebaikan, dan bukannya mengajak pada hal-hal yang kurang baik;
•    Menjadi suri tauladan bagi teman sebaya lain, baik dalam sikap maupun kepribadian.
•    Bagaimana menempatkan dirinya sebagai teman sebaya kawan-kawan di lingkungan sekolah atau lingkungan bermainnya, yang dipercaya akan dapat membantu mereka memecahkan segala macam persoalan mereka, tanpa diminta. Juga dalam keluarga masing-masing.

Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)

APAKAH MAKNA  DARI PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA (PRS)?
Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) adalah penjabaran dari rasa kesetiakawanan, perasaan senasib sepenanggungan. 
Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) merupakan  bukti bahwa seorang teman adalah teman sejati. Dalam kehidupan kita sehari-hari, sebenarnya kita sudah melakukan PRS. Dalam bentuk berkomunikasi dua arah dengan teman sebaya. Kadang-kadang kita menasehati teman kita, di waktu lain teman kita menasehati kita tentang sesuatu.  Yang semata-mata dilakukan karena kita saling menyayangi dengan teman sebaya kita.

PRS yang kita pelajari di sini tidak lain ialah melaksanakan segala sesuatu yang sudah biasa kita lakukan, hanya kali ini menyangkut pada kesehatan dan kesejahteraan remaja. Demi kecemerlangan masa depan bersama. Sesuai cita-cita masing-masing.

Para Pendidik Remaja Sebaya, yang sudah dilatih, didorong untuk terpanggil  menyebarluaskan pengetahuannya kepada teman-teman sebayanya, di sekolah dan di kelompok bermainnya, sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh teman-teman sebayanya. Tentu saja, para Pendidik sendiri diharapkan menjadi contoh tauladan bagi teman-teman sebayanya dalam berperilaku. Sikap menjaga rahasia teman merupakan prasyarat  yang utama pula.

BAGAIMANA CARA MELAKSANAKAN PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA?
Karena Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dikemas dalam bentuk komunikasi tidak resmi antar teman sebaya, maka tidak ada cara baku untuk melaksanakannya. Tempatnya bisa di mana saja. Waktunya bisa kapan saja. Bisa satu kali bisa berkali-kali pertemuan. Suasananya bisa apa saja. Yang paling penting ialah menciptakan suasana saling percaya. Usahakan agar dijaga kerahasiaan teman.

Seyogyanya Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dilakukan dalam tahapan – tahapan sebagai berikut:

•    Tahap Penerimaan:

    Pada tahap ini yang penting ialah mendengarkan keluhan atau masalah yang dialami teman. Tunjukkan rasa tertarik anda. Bantu ia untuk mengungkapkan keseluruhan permasalahan yang dideritanya. Jangan beri nasehat apapun pada tahap ini. Dengan menceriterakan permasalahan kepada orang yang dipercaya, ia sebenarnya telah menyelesaikan 50% dari permasalahan yang mengganjalnya.
Beberapa teman yang berperilaku berisiko kadang tidak mengerti sama sekali risikonya. Menghadapi teman yang demikian, diperlukan pertanyaan-pertanyaan pancingan, agar sedikit demi sedikit ia memahami risiko yang sedang dihadapinya. Ingat, jangan beri nasehat dalam tahap ini.
   
•    Tahap Pemasukan Ide:
    Pada tahap ini, pelan-pelan ide anda dimasukkan ke dalam benak dan hati teman anda. Usahakan untuk tidak tergesa-gesa, dan jangan sekaligus banyak ide dimasukkan sekaligus. Sebaiknya sedikit demi sedikit. Secara berulang-ulang dan berurutan.
Juga  diharapkan  agar pemasukan  ide jangan  dikemas  dalam  suasana  ‘menggurui’ atau ‘mendikte’. Kalau bisa diusahakan agar dibuat suasana sedemikian rupa  sehingga seakan-akan ide itu bukan datang dari anda, tetapi dari teman anda sendiri. Dengan kata lain, pada tahap ini anda membimbing teman anda untuk siap menolong diri sendiri.
   
Sekali lagi ditekankan, bahwa pada tahap ini anda harus membuktikan bahwa anda sendiri konsekuen dengan sikap anda. Anda adalah contoh remaja yang sehat dan sejahtera. Yang paling penting ialah untuk mengimbangi keseluruhan upaya pemasukan ide dengan doa kehadirat  Allah SWT.
   
•    Tahap Pemeliharaan:
         Ide  yang  sudah  dimasukkan,  harus  dipelihara.  Karena  pembentukan    atau perubahan perilaku memerlukan waktu yang lama. Untuk keperluan pemeliharaan ini, diperlukan upaya terus-menerus, berulang-ulang mengajak teman menuju arah dan cita-cita yang telah disepakati bersama.

Usahakan agar tahap pemeliharaan ini disamarkan  dalam bentuk silaturahmi biasa. Sehingga tidak kelihatan bahwa anda memaksakan keinginan anda untuk diikuti teman anda. Yang penting keseringan berkomunikasi dan membahas masalah-masalah yang ada. Yang tidak kalah penting ialah agar keseluruhan PRS selalu diimbangi dengan doa ke hadirat Allah SWT.

Pos ini dipublikasikan di MATERI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s