HASIL TECHNICAL MEETING


Dengan ini kami selaku panitia Youth Red Cross Competition I memberi tahu keputusan hasil Tenichal Meeting pada hari minggu 10 – 04 – 2011. 
  1. Lomba pertolongan pertama (PP) di bagi menjadi dua pos, pos karangtina dan pos medis. Satu team terdiri 5 orang pa/pi/ campur ( 4 penolong 1 korban). Untuk korban kumpul jam 07.00. korban bisa pa/pi, korban harus bawa baju ganti yang tidak layak pakai dan siap untuk d jadikan korban (baju korban akan di ekspos). Untuk tandu disediakan panitia, dan kartu penderita bisa di ambil di Blog PMI. 
  2. Lomba perawatan keluarga di bagi menjadi dua pos, pos wajib dan pos kasus. Peserta akan di isolasi selama perlombaan, untuk pos wajib bawa handuk sendiri dan buku catatan di buat waktu lomba.untuk ukur suhu, nadi nafas dengan sesungguhnya. 
  3. Lomba penyuluhan pendidikan remaja sebaya tema dipilih salah satu, panitia hanya menyediakan LCD dan Laptop. Untuk sesi pertanyaan hanya 3 pertanyaan dengan waktu kondisi yang normal, pertanyaan dari 1 juru 2 peserta yang jadi partisipan.
  4. Lomba cerdas tangkas materi disesuaikan dengan kurikulum PMR Wira. Tes tulis diadakan tgl 24-04-2011 jam 07.00 WIB. Hasil tes tulis akan di pampang di papan penggumuman, untuk alat babak praktek LCT di sediakan panitia.Demikian hasil technical meeting ini kami buat dengan keadaan sebenar-benarnya. 


        Download format Penilain lomba disini


PP. KARANTINA.xls
PP. PERAWATAN.xls
PP. FORMULIR TINDAKAN RUJUKAN.DOC
PK. PENDIDIKAN PK.xls
PK. CUCI TANGAN DAN MEMAKAI CELEMK.xls
PK. UKUR SUHU NADI DAN NAFAS serta CATATAN HARIAN PASIEN.xls
PRS. Pendidikan Remaja Sebaya.xls

Dipublikasi di BERITA | Meninggalkan komentar

FIRST AID TRAINING 2011

Dipublikasi di FOTO KEGIATAN | Meninggalkan komentar

4 LANGKAH MENANGGULANGI KULIT KETIAK YANG HITAM

Memiliki kulit ketiak yang hitam terkadang membuat wanita kurang percaya diri. Tapi ada kiat-kiat untuk membuat kulit ketiak menjadi lebih putih dan halus. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda ikuti.
Pertama-tama yang perlu disadari adalah, kulit ketiak merupakan salah satu kulit yang paling sensitif. Untuk itu merawatnya pun butuh perhatian khusus. kiat-kiat merawat kulit ketiak yang dikutip dari carefair ini bisa membantu Anda.
1.    Pengelupasan
Kulit hitam di daerah ketiak bisa jadi merupakan kumpulan sel kulit mati. Untuk itu, yang harus Anda lakukan adalah membuang semua sel kulit mati tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Beberapa produk kecantikan menyediakan krim khusus kulit ketiak yang bisa Anda gunakan. Secara alami, pengelupasan juga bisa dilakukan dengan menggosok kulit ketiak menggunakan spons mandi atau loofah. Dengan menggosoknya, akan memancing sel-sel kulit membentuk lapisan baru yang telah rusak.
2.    Memilih pisau cukur
Bulu-bulu ketiak yang tidak tercukur dengan sempurna akan menghambat pori-pori dan membuat kulit di sekitarnya menghitam. Untuk menghindarinya, pilihlah pisau cukur yang berkualitas. Jangan pernah menggunakan pisau tumpul saat mencukur bulu ketiak. Waxing juga bisa menjadi jalan keluar yang baik, karena metode ini bisa mencabut bulu ketiak hingga ke akar, sehingga tidak tertinggal di kulit ketiak Anda.
3.    Memilih deodorant
Deodoran pilihan Anda bisa jadi merupakan penyebab menghitamnya kulit di sekitar ketiak. Mungkin kandungan di dalamnya tidak sesuai dengan kulit Anda sehingga membuatnya menjadi hitam. Daripada berisiko, Anda bisa mencegah bau ketiak dengan ‘deodoran alami’. Setelah mandi, gunakanlah baking soda di ketiak Anda. Baking soda juga bisa membunuh bakteri penyebab bau tidak sedap di ketiak.
4.    Memutihkan kulit
Beberapa merek produk kecantikan juga mengeluarkan pemutih khusus kulit ketiak. Anda juga bisa mencobanya sebagai solusi. Ingin yang alami? Gunakan perasan jeruk lemon di ketiak Anda setiap mandi. Perasan jeruk lemon adalah bahan pemutih kulit yang alami.
 
Selamat mencoba!

Dipublikasi di TIPS | 1 Komentar

Hasil evaluasi kegiatan G. Bromo

G. Bromo secara geografis berada pada posisi 7º 56’ 30” LS dan 112º 37’ 00” BT dengan tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Sedangkan secara administratif terletak di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan G. Bromo umumnya dalam kondisi normal dicirikan oleh hembusan asap kawah berwarna putih tipis sampai putih tebal, tekanan lemah dengan ketinggian berkisar antara 75 – 150 meter dari puncak, bau belerang tercium tajam.

II. Kegempaan

Pengamatan kegempaan G. Bromo dipantau dengan menggunakan seismograf PS-2 secara telemetri sebagai berikut:

A. 8 Februari 2011

* Pukul 00.00 – 06.00 WIB, Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 25 – 40 mm. 1 kali letusan amplitude maksimum 38 mm lama 35 detik.

* Pukul 06.00 – 12.00 WIB, Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 28-40 mm.

* Pukul 12.00 – 18.00 WIB, Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 25-40 mm. 1 kali letusan amplitude maksimum 39 mm lama 65 detik.

* Pukul 18.00 – 24.00 WIB, Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 25 – 40 mm. 3 kali letusan amplitude maksimum 40 mm lama 20-75 detik.

B. 9 Februari 2011

* Pukul 00.00 – 06.00 WIB, Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 35 – 40 mm.

III. Deformasi

A. Tiltmeter

* Pengukuran deformasi menggunakan tiltmeter menunjukkan tubuh G. Bromo mengalami inflasi sebesar 5 micro radian sejak 25 November s/d 14 Desember dan relatif stabil sejak 15 Desember 2010 baik pada Komponen Radial maupun Komponen Tangensial.

B. EDM

* Dari tanggal 25 November – 20 Desember 2010 pengukuran deformasi menggunakan EDM di titik ukur POS-BRO, POS-KUR dan POS-BAT. Tiitik ukur POS-BAT dari tanggal 21 Desember – 30 Desember 2010 menunjukan pemendekan jarak dari POS-BAT atau inflasi. Dan relative stabil sejak 31 Desember 2010.

IV. Visual

A. 8 Februari 2011

* Pukul 00.00 – 06.00 WIB, erupsi masih menerus, asap kawah kelabu tebal kecoklatan, tekanan sedang-kuat, tinggi asap ±400 – 800 m condong ke timur dengan membawa material abu vulkanik. Teramati lontaran material pijar dengan ketinggian ±300 m dari bibir kawah dan terlontar sejauh ±300 m. Tidak terjadi hujan abu di Pos Pengamatan G. Bromo.

* Pukul 06.00 – 12.00 WIB, erupsi masih menerus, asap kawah kelabu tebal kecoklatan, tekanan sedang-kuat, tinggi asap ±400 – 800 m condong ke timur dengan membawa material abu vulkanik. Teramati lontaran material vulkanik dengan ketinggian ±300 m dari bibir kawah dan terlontar sejauh ±500 m.sering terdengar suara gemuruh dan dentuman sedang sampai keras. Tidak terjadi hujan abu di Pos Pengamatan G. Bromo.

* Pukul 12.00 – 18.00 WIB, erupsi masih menerus, asap kawah putih kelabu tebal, tekanan sedang-kuat, tinggi asap ±400 – 800m condong ke timur dengan membawa material abu vulkanik. Teramati lontaran material vulkanik dengan ketinggian ±300 m dari bibir kawah dan terlontar sejauh ±300 m. Sering terdengar suara gemuruh dan dentuman sedang sampai keras. Tidak terjadi hujan abu/pasir di Pos Pengamatan G. Bromo.

* Pukul 18.00 – 24.00 WIB, erupsi masih menerus, asap kawah putih kelabu tebal, tekanan sedang-kuat, tinggi asap ±400 – 800 m condong ke timur dengan membawa material abu vulkanik. Teramati lontaran material pijar dengan ketinggian ±300 m dari bibir kawah dan terlontar sejauh ±500 m. Terjadi hujan abu di Pos Pengamatan G. Bromo.

2. 9 Februari 2011

* Pukul 00.00 – 06.00 WIB, erupsi masih menerus, asap kawah putih kelabu tebal, tekanan sedang-kuat, tinggi asap ±400 – 800 m condong ke timur dengan membawa material abu vulkanik. Teramati lontaran material pijar dengan ketinggian ±300 m dari bibir kawah dan terlontar sejauh ±500 m. Tidak terjadi hujan abu di Pos Pengamatan G. Bromo.

V. POTENSI BAHAYA

Aktifitas Bromo sejak tanggal 8 Desember 2010 fluktuatif yang dicirikan oleh erupsi yang berlangsung terus menerus dan sejak 19 Desember 2010 menyebabkan hujan abu vulkanik lebat dan lontaran material pijar yang jatuh di sekitar Kawah.

Kejadian erupsi terus menerus yang mengarah ke wilayah timur saat ini (9 Februari 2011) menyebabkan hujan abu tipis hingga tebal terutama di wilayah Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura dan Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Dampak hujan abu vulkanik tebal sejak erupsi tanggal 19 Desember 2010 telah mengakibatkan gangguan terhadap aktifitas kehidupan terutama perekonomian dan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan warga dan lingkungan sekitar G. Bromo.

Mengingat potensi hujan masih akan terjadi di bulan Februari 2011 dan adanya endapan material abu dan pasir vulkanik dapat berpotensi menimbulkan terjadinya lahar.

Produk letusan G.Bromo tanggal 5 Februari 2011 berupa bom vulkanik ditemukan terlontar sejauh ±1200 – 1400 meter dari bibir kawah.

VI. KESIMPULAN

1. Aktivitas kegempaan didominasi oleh getaran tremor,intensitas visual erupsi masih menerus dan suara gemuruh serta dentuman sering terdengar dari Pos Pengamatan G. Bromo.
2. Deformasi saat ini mempunyai kecenderungan tubuh G. Bromo stabil.
3. Ancaman lontaran material pijar belum mengancam warga sekitar yang radiusnya diluar 2km namun kejadian hujan abu tipis hingga lebat telah mengganggu aktivitas fisik dan perekonomian warga masyarakat di lingkungan G. Bromo.
4. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, deformasi, dan potensi bahaya erupsi, status kegiatan G. Bromo sampai dengan tanggal 9 Februari 2011 pukul 06.00 WIB masih dalam status SIAGA (Level III).

Status kegiatan G. Bromo akan dinaikkan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas yang dipantau secara intensif oleh Tim Ahli Gunungapi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Pos Pengamatan G. Bromo.

VII. REKOMENDASI

Sehubungan dengan status G. Bromo dalam status SIAGA, maka direkomendasikan

1. Masyarakat di sekitar G. Bromo diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Bromo, dan tetap menjaga kewaspadaan terhadap kejadian erupsi yang menerus. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo (selaku SATLAK PB) tentang aktivitas G. Bromo.

2. Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2 km dari kawah aktif G. Bromo.

3. Dengan masih berlangsungnya hujan abu tipis yang cenderung mengarah ke utara – timur laut :

* Masyarakat wilayah tersebut agar menyiapkan/menggunakan masker penutup hidung dan pelindung mata.

* Bagi atap rumah masyarakat yang terkena dampak dari hujan abu vulkanik tebal, agar segera membersihkan atap bangunan, untuk mencegah robohnya atap karena beban berat.

* Mewaspadai tumbangnya pohon karena beban abu yang dapat memicu terjadinya longsor, yang dapat mengancam pemukiman penduduk dan pengguna jalur jalan.

* Masyarakat yang terganggu akibat hujan abu vulkanik terutama anak – anak dan masyarakat rentan lainnya, di sekitar G.Bromo dapat dilakukan pengungsian keluar wilayah hingga hujan abu lebat mereda.

* Direkomendasikan untuk segera dilakukan kajian penyebaran abu dan nilai ambang batas kandungan abu di udara untuk keselamatan penerbangan dari dan ke Bandara Juanda.

* Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Jurang Perahu, Jurang Nganten dan Sungai Sukapura agar mewaspadai kemungkinan terjadinya aliran lahar terutama bila terjadi hujan lebat di sekitar Cemorolawang, Ngadisari dan Ngadirejo.

4. Pemerintah Kabupaten Probolinggo diharapkan segera memasang papan-papan peringatan di lautan pasir yang menyatakan batas radius 2 km dari Kawah G. Bromo.

5. Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Bromo di Desa Ngadisari, Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
@PVMBG – Ditulis ulang oleh ; Bambang Supriyatna_TSR PMI Kab. Sidoarjo

Dipublikasi di BERITA | Meninggalkan komentar

Health Highlights Panduan RJP AHA 2010: Dahulukan Kompresi Dada

The American Heart Association (AHA) mengeluarkan panduan untuk melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) terbaru. Rekomendasi terbaru menunjukkan bahwa penolong harus lebih berfokus pada kompresi dada ketimbang pernapasan buatan melalui mulut.
Panduan terdahulu (2005) menekankan pada penanganan “ABC” (Airway, Breathing, Chest Compression) yaitu dengan melakukan pemeriksaan jalan napas, melakukan pernapasan buatan melalui mulut, kemudian memulai kompresi dada. Panduan terbaru (2010) yang dikeluarkan oleh AHA lebih menekankan pada penanganan “CAB” (Chest Compression, Airway, Breathing) yaitu dengan terlebih dahulu melakukan kompresi dada, memeriksa jalan napas kemudian melakukan pernapasan buatan. Panduan ini juga mencatat bahwa pernapasan buatan melalui mulut boleh tidak dilakukan pada kekhawatiran terhadap orang asing dan kurangnya pelatihan formal. Sebenarnya, seluruh metode ini memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat aliran darah dan oksigen tetap bersirkulasi secepat mungkin.


Pada tahun 2008, AHA menyatakan bahwa penolong tak terlatih atau mereka yang tidak mau melakukan pernapasan buatan melalui mulut dapat melakukan kompresi dada hingga bantuan medis datang. Panduan terbaru (2010) dari AHA menyarankan kompresi dada terlebih dahulu baik bagi penolong terlatih maupun penolong tidak terlatih.
The American Heart Association (AHA) menyarankan, ketika seorang dewasa ditemukan tidak responsif dan tidak bernapas atau mengalami kesulitan bernapas, setiap orang yang ada di sekitarnya wajib untuk menghubungi tenaga kesehatan kemudian segera melakukan kompresi dada.
Setelah mengaktifkan bantuan tenaga kesehatan dan melakukan kompresi dada, maka tindakan berikutnya yang harus dilakukan adalah dengan segera bisa mendapatkan akses terhadap AED (automatic external defibrillator), sebuah alat bantu kejut jantung yang dapat membantu ritme jantung kembali normal.
Ketiga mata rantai awal ini dapat membantu meningkatkan keberhasilan pertolongan dan angka kehidupan pada korban. Perubahan panduan ini mengacu pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan berarti pada hasil dari tindakan RJP kompresi dada dan pernapasan buatan dengan RJP kompresi dada saja.
Panduan “Resusitasi Jantung Paru” terbaru ini menjadi lebih mudah dilakukan juga bagi orang awam karena menekankan pada kompresi dada untuk mempertahankan aliran darah dan oksigen dalam  darah tetap mengalir ke jantung dan otak. Kompresi dada memang cenderung lebih mudah untuk dilakukan, dan setiap orang dapat melakukannya.
Kompresi dada dapat dilakukan dengan meletakkan satu tangan di atas tangan yang lain dan menekan dengan kuat pada dada korban. Panduan RJP yang baru ini menekankan bahwa penolong harus berfokus memberikan kompresi sekuat dan secepat mungkin, 100 kali kompresi dada per menit, dengan kedalaman kompresi sekitar 5-5,5 cm. Dan, sangat penting untuk tidak bersandar pada dada ketika melakukan kompresi dada pada korban. Penolong tidak perlu takut dan ragu untuk melakukan kompresi dada yang dalam karena risiko ketidakberhasilan justru terjadi ketika kompresi dada yang dilakukan kurang dalam.

Dipublikasi di BERITA | Meninggalkan komentar

PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PMI KABUPATEN SIDOARJO

Guna meningkatkan profesionalisme dan meningkatkan kemampuan fasilitator PMR di masing – masing sekolah, PMI Kabupaten Sidoarjo mengadakan Pelatihan Pertolongan Pertama bagi fasilitator PMR, KSR dan TSR di lingkungan PMI Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8,9,22,23,30 dan 31 januari 2011, bertempat di Aula PMI kabupaten Sidoarjo dan dibuka secara resmi oleh sekretaris sekaligus Kepala Markas PMI Bpk. Drs. H. Aunur Rofiq.

Dalam sambutannya beliau berpesan agar selama kegiatan berlangsung para peserta diharapkan mampu menyerap semua materi dengan baik dan mempraktekkan dengan sungguh – sungguh supaya kelak ketika menjadi fasilitator di sekolah mampu memberikan contoh dengan baik dan sempurna mengingat ilmu Pertolongan Pertama bersifat universal yang artinya setiap saat dan setiap waktu berubah mengikuti perkembangan dunia kedokteran dan medis. Pesan bapak sekretaris sangatlah beralasan dikarenakan pelatihan ini bertujuan untuk menyebarluaskan revisi dan bedah buku pertolongan pertama yang baru, sehingga ada kesamaan visi misi dan sikap dalam memberikan pertolongan pertama.Pada hari pertama pelatihan tanggal 8 dan 9 januari 2011, fasilitator materi adalah bapak Subchan dan bapak Arif, beliau berdua adalah Fasilitator dari PMI Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Banyuwangi yang telah Lulus mengikuti pelatihan TOT Pertolongan Pertama di PUSDIKLAT PMI Provinsi Jawa Timur. Adapun materi pelatihan di pertemuan pertama adalah Pengenalan Pertolongan Pertama, Anatomi dan Fisiologi, Penilaian Penderita, BHD dan RJP, Perdarahan dan Syok. 

Sedangkan materi pada pertemuan kedua tanggal 22 dan 24 januari 2011 adalah Cidera jaringan lunak, Cidera sistem otot rangka, Cidera Kepala; Leher; Tulang Belakang dan Dada, Luka Bakar, Pemindahan penderita. Materi ini disampaikan oleh bapak Subchan dan bapak Fajar dari PMI kabupaten Jombang.Untuk materi pada pertemuan terakhir tanggal 29 dan 30 Januari 2011 adalah kedaruratan medis, Triage dan simulasi pertolongan pertama. Semoga kegiatan ini berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti, terlaksana dengan baik serta semua peserta LULUS dengan nilai sempurna dan memuaskan tanpa ada yang lulus bersyarat. (HamDut volunteer Sidoarjo)
Dipublikasi di KEGIATAN | Meninggalkan komentar

DONASI

Salurkan bantuan Anda untuk korban Wasior provinsi Papua Barat, Bencana Alam Tsunami Mentawai Sumatera Barat & Meletusnya Gunung Merapi

Salurkan bantuan Anda untuk korban Wasior provinsi Papua Barat, Bencana Alam Tsunami Mentawai Sumatera Barat & Meletusnya Gunung Merapi berupa uang, dapat ditransfer ke rekening atas nama Palang Merah Indonesia Pusat :

   1. BANK : MANDIRI
       CABANG : JKT KRAKATAU STEEL
       NOMOR REKENING : 070-00-0011-601-7
   2. BANK : BCA
       CABANG : KCU THAMRIN
       NOMOR REKENING : 206.300668.8
   3. BANK : BRI
       CABANG : KC JAKARTA PANCORAN
       NOMOR REKENING : 0390-01-000030-30-3

Bantuan Anda dapat meringankan beban penderitaan mereka.
Segenap Palang Merah Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuannya.

Dipublikasi di BERITA | Meninggalkan komentar